BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 02 Januari 2010

sepi tanpamu

jika aku berada dalam kegelapan
aku ingin kau menjadi lentera yang siap menerangi
jika aku berada dalam kesunyian
aku ingin kau datang sebagi teman
jika aku berada dalam kesedihan
aku ingin kau ada sebagai penghiburku
jika aku ada dalam suka
aku ingin kau juga ada dalam suka citaku
ku ingin berbagi denganmu tentang apapun yang menjadi kisah2ku dalam setiap langkah kakiku di kehidupan ini..........

Skype for Linux 1.4 versi beta

Setelah 5 bulan pengujian, akhirnya berita diluncurkan Skype 1.4 yang khusus untuk sistem operasi Linux. Versi beta ini termasuk beberapa perbaikan atas bug-bug yang ada di versi sebelumnya dan penambahan beberapa fitur baru - disebut oleh para developer sebagai "rilis yang direkomendasikan"

Skype for Linux tersedia untuk beberapa distribusi Linux, termasuk diantaranya: Ubuntu, Fedora 6 dan 7, Debian, dan MEPIS. Persyaratan sistem untuk menjalankan Skype versi Linux adalah 256MB RAM, 20MB sisa hard disk, prosesor 400MHz, Qt 4.2.1, dan D-Bus 1.0.0.

Rilis Skype ini diberi nama (codename) Panacea karena ia "menyembuhkan" beragam bug yang menghambat kerja Skype for Linux 1.3, sebagian besar dalam hal kualitas suara yang dihasilkan. Perbaikan-perbaikan lainnya antara lain:

* Keyboard/keypad sudah bisa digunakan untuk memasukkan nomor/angka telepon DTMF pada Call Window.
* Fitur drag-and-drop untuk file sharing, daftar kontak, dan chat.
* Penambahan Chat toolbar berisi Add People, Send File(s) to Chat, History, dan tombol Leave Chat.
* Opsi-opsi tambahan juga dimasukkan pada Sound Devices yaitu: mengaktifkan dan menonaktifkan pengaturan mixer otomatis.
* Diberikan kemungkinan untuk beralih ke command line.
* Menu File Transfer.

celah keamanan PDF

Belakangan ini telah ditemukan celah keamanan baru pada dokumen PDF. Sebenarnya celah ini sudah ditambal pada bulan Januari 2007, namun terbuka lagi pada musim panas tahun ini saat adanya berita diterapkannya metode baru untuk memberantas spam. Spam filter tersebut mendeteksi email spam yang memiliki form PDF. Para vendor pembuat software spam filter kemudian berkesimpulan bahwa pengisian form yang ada pada file PDF berpotensi celah keamanan.

Saat ini Petko D. Petkov, ketua Gnucitizen, sebuah Web site tentang keamanan dan konsultan keamanan di Inggris telah menemukan celah keamanan dokumen PDF berbasis JavaScript. Kode JavaScript tersebut akan memaksa email client untuk membuka file PDF yang sudah terinfeksi virus tersebut.

Petkov tidak mempublikasikan sampel kode kelemahan ini sebab menurutnya sangat membahayakan dan PDF pada kenyataannya sudah tersebar luas di mana-mana dan "dibutuhkan waktu oleh Adobe untuk memperbaiki produk buatan mereka itu," tulisnya pada Gnucitizen.

Paul Henry, wakil presiden Secure Computing, mengatakan walaupun tanpa ada sampel kode, sudah bisa memaksa pihak jahat untuk memanfaatkan kelemahan lainnya pada format PDF." Berita kelemahan pada PDF seperti yang dipublikasikan ini saja sudah memicu pihak jahat untuk lebih dalam lagi mencari-cari celah keamanan itu," katanya.

Menurut Henry, celah keamanan tersebut sifatnya "tinggal menunggu trigger saja" karena file PDF bisa meng-embed JavaScript dalam filenya, sehingga pemindai anti-virus tidak bisa mendeteksi. "Di dunia Web 2.0 ini, sangatlah penting memindai segalanya yang berasal dari 'kabel' jaringan, termasuk script-script dengan intensi-intensi yang mencurigakan," katanya.

Adobe mengutarakan bahwa pihaknya sudah memahami masalah ini. "Adobe dan Petkov telah saling berkomunikasi," kata perusahaan itu kepada InternetNews.com. "Adobe saat ini sedang meneliti celah keamanan tersebut. Setelah proses ini selesai, Adobe merencanakan menginformasikannya pada Adobe Security Bulletin dan pada halaman Advisories di situsnya."

Sampai saat ini baik Adobe maupun Secure Computing menyarankan : Jangan pernah membuka file PDF dari sumber yang sama sekali tidak diketahui dan tidak diminta dan jika memang menerimanya dari sumber yang sudah dikenal selalu konfirmasikan dulu ke sumber tersebut sebelum membukanya.


Sumber: internetnews.com